Martina Boru Purba Sosok Calon Kepala Desa Sumbul Berampu

Popular News
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
91

gaungdemokrasi.com,Sumbul-Martina boru purba, adalah sosok calon kepala desa yang akan membuat gebrakan inovasi baru didesa sumbul berampu. Selasa 19/10/2021,saat ditemui gaungdemokrasi.com Sosok istri dari Pendeta gereja GPdI rajawali juma petak bapak Josua sihombing menyampaikan motto “tattam ma do tajom na, rimmi tahi do gogona”intinya bekerja sama untuk kemajuan desa.

Wanita kelahiran Kalimantan yang gigih dan gesit memperhatikan perkembangan desa ini, ingin memperbaiki desa nya dengan poin poin yang menarik.kita ketahui bahwa desa ini terletak sekitar 9 km dari kabupaten tentu sangat jauh dengan objeck wisata renang yang ada dikota Sidikalang, maka beliau akan memberdayakan kekayaan sumber daya air didesa menjadi kolam renang. Tentunya dengan anggaran dana desa yang di poskan dibagian bumdes (badan usaha milik desa) usaha air minum mineral juga akan menjadi sasaran. Dan pangkalan gas jg akan dibuat spy masyarakat bisa membeli gas dgn harga het

Diperkirakan beliau dengan adanya bumdes ini akan mendongkrak perekonomian desa. Kita ketahui bahwa desa sumbul berampu ini mayoritas dengan petani padi dan jagung, beliau akan memprioritaskan kebutuhan petani, misalnya pupuk dan harga yang stabil. Jangan, ada tengkulak yang menguasai hasil pertanian yang membuat harga semena mena okeh karna keterikatan pinjaman. Dan beliau jg akan memperhatikan akses jalan jalan kepertanian

Objek wisata batu kerbo akan di unggah agar budaya adat dapat dilestarikan. Wisata sakral itu sekarang hampir tidak dingat warga karna tidak diperhatikan pemerintah desa. Beliu bercita cita aka menciptakan generasi penerus didesa ini harus berpendidikan, minimal satu orang sarjana disatu rumah. Semua itu akan terlaksana bila ada kerja sama masyarakat dan pemerintah desa. Dan dapat menggunakan hasil usaha bumdes.

Dibidang kesehatan beliau ingin menuntaskan angka stunting(pertumbuhan anak yang tidak layak) kesehatan balita dan lansia. Sebagai wanita beliau ingin memajukan wanita seperti “kartini” agar ada kesetaraan baik pendidikan dan kedudukan. Namun tetap pada norma norma yang berlaku bahwa wanita itu tetaplah menjadi ibu rumah tangga yang dapat ditiru dan menjadi guru buat anak anak dan pendamping suami yang bermoral.

Martina juga aktif pada kesatuan wanita gereja. Dan selaku insan umat Tuhan, beliau selalu menabur kasih dan kebajikan terhadap masyarakat setempat.
“Semua saya kembalikan kepercayaan kepada masyarakat banyak, untuk kemajuan desa ini, “tuturnya. (Clara)

Share and Enjoy !

Shares
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
91

Leave a Reply

Your email address will not be published.