Diduga Korupsi Dana Bos, Kepala SMPN 1 Sukatani : Sotoy dan Semoga TUHAN Mu Menyadarkan Prilaku Mu

Pendidikan
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

gaungdemokrasi.com – Kab.Bekasi

Kepala SMPN 1 Sukatani Tidak Menggambarkan etika dan Karakter Seorang Pendidikan
Istilah ” sotoy” merupakan kata yang kerap diucapkan untuk orang yang sok tahu,serta kalimat gaul kekinian yang akrab dengan kalangan muda .istilah dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) pengertian kata “sotoy” tidak dapat di temukan baik dalam penyempurnaan bahasa.

Dunia pendidikan sontak dibuat malu dengan istilah bahasa gaul nan akrab itu, justru muncul dari karakteristik seorang pendidik yang tidak lain adalah seorang kepala sekolah yang di ucapkan melalui pesan WA ( Whatsapp)

Awal mula Ketua LSM Perbindo Boston Riyanto Melayangkan Surat Konfirmasi dengan nomor180/SK/DPW-PERBINDO/VI/2022 tanggal 28 Juni 2022 Perihal dugaan penyelewengan dana BOS TA 2021/2022.

Lantas, ada komunikasi lewat Whatsapp oleh ketua LSM Perbindo permohonan atas balasan surat yang sudah dilayangkan ke SMPN 1 sukatani, sehingga terjadi silang pertanyaan dan jawaban melalui pesan whatsapp yang sampai menyebutkan kalimat “sotoy dan Semoga Tuhan mu menyadarkan prilakumu muncul dari ketikan pesan whatshap Tosan Sunasan kepala SMPN 1 sukatani.

Berselang beberapa hari, oleh sekolah tersebut melayangkan balasan surat resmi nomor 800/ /SMPN 1 SKT/disdik/2022 serta jawaban atas permintaan informasi dugaan penyelewengan dana BOS LSM Perbindo.

Ketua LSM Perbindo Boston Riyanto Menjelaskan akar permasalahan, serta menyesalkan ucapan seorang pendidik yang tidak lain adalah kepala sekolah menyebutkan kalimat sotoy dan semoga tuhanmu menyadarkan prilaku mu.

“Dirinya meragukan disiplin ilmu serta sumpah jabatan sebagai seorang kepala sekolah hanya formalitas saja,tanpa mengerti apa arti kata tugas amanah yang di berikan pimpinannya “sebutnya.

Lebih jauh Boston menuturkan, ”Kontrol Merupakan hal yang wajar ketika masyarakat baik perseorangan maupun lembaga yang berbadan hukum atau wartawan,menjalankan kontrol sosialnya terhadap pejabat publik atau pengguna anggaran baik lisan wawancara langsung ,maupun secara tertulis mempertanyakan kebijakan dalam hal penggunaan anggaran,itu sangat lah wajar serta di lindungi UU serta Berdemokrasi”ujarnya.

Dirinya sangat yakin, kalimat yang muncul dari Kepala SMPN 1 Sukatani Tosan sunasan merupakan bahasa kepanikan atau alergi terhadap LSM Perbindo yang melakukan langkah serius menyikapi persoalan yang ada di SMPN 1 sukatani, sesuai data yang kami miliki salah satu item kegiatan.

“Ini akan kami tindaklanjuti lebih jauh untuk penyampaian informasi kepada penegak hukum dan Inspektorat terkait etika seorang pendidikan, biarkan masyarakat yang menilai pimpinannya”, Ucap Boston

Masih menurut boston dalam hal ini biarkan Pj Bupati dan Dinas pendidikan yang akan menegur saya akan kejar terus bila perlu kepala dinas pendidikan memanggilnya Untuk di mintai keterangan, saya berharap ada sanksi tegas atas moral etika dan karakter yang tidak menggambarkan jiwa korps Pendidikan maupun sebagai seorang pejabat pelayan publik(kep-sek).

(Tangi.s/hms Rjn)

Share and Enjoy !

Shares
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply

Your email address will not be published.