Bawaslu Mengajak Para Kaum Perempuan di Yogyakarta Mengampanyekan Antipolitik Uang - Gaungdemokrasi.com
84 views
News

Bawaslu Mengajak Para Kaum Perempuan di Yogyakarta Mengampanyekan Antipolitik Uang

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

gaungdemokrasi.com – JAKARTA

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak para perempuan di provinsi setempat ikut berpartisipasi mengampanyekan gerakan antipolitik uang di lingkungan masing-masing menjelang Pemilu 2024.

“Kami mengajak para perempuan menggunakan gerakan-gerakan moral masyarakat dengan melakukan sosialisasi dan edukasi antipolitik uang secara terus-menerus di sekitar mereka,” kata Ketua Bawaslu DIY, Sutrisnowati, melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/7/2023).

Menurut Sutrisnowati, kaum perempuan dapat memanfaatkan berbagai pertemuan di tingkat RT/RW atau dasawisma untuk mengajak warga bersedia dan berani menolak praktik politik uang.

“Mereka bisa menyampaikan terkait bahaya politik uang, bahwa politik uang tidak hanya bicara soal kita sekarang ini, tapi akan bicara generasi yang akan datang,” katanya.

Sutrisnowati mengatakan, masyarakat dapat memilih para calon anggota legislatif maupun DPD RI dengan memperhatikan rekam jejak, bukan uang yang diberikan.

“Terpilih tanpa politik uang pun juga ada dan bisa,” katanya.

Untuk menggalakkan gerakan antipolitik uang, Bawaslu DIY juga mendukung pembentukan Desa Antipolitik Uang yang telah dideklarasikan pada sejumlah kelurahan atau desa di provinsi setempat.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 39 dari 438 desa/kelurahan di DIY telah menjadi Desa Antipolitik Uang.

Dengan mendeklarasikan sebagai Desa Antipolitik Uang, Sutrisnowati meyakini akan muncul kesadaran dari penduduk setempat mengenai bahaya politik uang.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu RI  Rahmat Bagja mengharapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memasifkan sosialisasi fatwa yang menyatakan pemanfaatan politik uang hukumnya haram.

“Fatwanya sudah ada. Hanya saja, fatwa ini kurang disebarkan di ceramah, di khotbah,” ujar Bagja.
Menurut Bagja, sosialisasi mengenai fatwa tersebut kepada masyarakat, khususnya umat Islam di Tanah Air merupakan salah satu upaya untuk menekan potensi pemanfaatan politik uang di tengah pelaksanaan Pemilu 2024.

Share and Enjoy !

Shares
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *