gaungdemorasi.com MUSI RAWAS – Pemadaman listrik yang kerap terjadi di wilayah Muara Beliti kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, kritik keras datang dari aktivis muda Musi Rawas, Andi Yulasmai, yang juga merupakan mahasiswa lingkungan.
Ia menilai kinerja PT PLN (Persero) Wilayah S2 JB Cabang Lahat Ranting Muara Beliti perlu segera ditinjau ulang oleh pihak pusat. Hal ini menyusul seringnya pemadaman listrik yang dinilai tanpa kejelasan.
“Setiap malam pasti mati lampu, ini jadi tanda tanya besar. Tidak hujan mati lampu, tidak ada angin juga mati lampu. Kalau kita pikir, ini sangat aneh,” tegas Andi saat menyampaikan keluhannya, Sabtu malam (11/04/2026).
Ia mengungkapkan, pada malam kejadian, listrik di wilayah Muara Beliti kembali padam selama lebih dari satu jam. Hingga saat itu, belum ada kepastian kapan listrik akan kembali menyala.
Menurutnya, alasan klasik yang selalu disampaikan petugas, yakni “gangguan dan masih dalam penelusuran”, tidak lagi bisa diterima masyarakat yang terus dirugikan.
“Kalau memang ada gangguan, harusnya ada kejelasan. Ini sudah sering terjadi, tapi tidak pernah ada solusi nyata. Masyarakat jadi korban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi menyoroti kondisi yang dinilai semakin janggal. Ia menyebut, dalam kondisi cuaca normal pun listrik tetap padam. Sementara saat hujan turun, pemadaman dianggap seolah menjadi hal yang “pasti terjadi”.
“Kalau hujan, ya pasti mati lampu. Tapi yang jadi masalah, tidak hujan pun tetap mati. Ini menunjukkan ada yang tidak beres dalam pengelolaan,” tambahnya.
Atas kondisi tersebut, ia secara tegas meminta kepada pemerintah daerah untuk turun tangan dan memberikan teguran kepada pihak PLN setempat. Bahkan, ia mendesak agar pimpinan di Ranting Muara Beliti dievaluasi secara serius.
“Saya meminta kepada pemerintah untuk menegur petugas PLN. Bahkan jika perlu, manajer PLN Muara Beliti diganti karena diduga tidak mampu menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.
Keluhan ini bukan tanpa alasan. Masyarakat Muara Beliti disebut sudah lama mengeluhkan kondisi listrik yang tidak stabil. Aktivitas warga, baik rumah tangga maupun usaha kecil, kerap terganggu akibat pemadaman yang terjadi hampir setiap hari.
Kondisi ini diharapkan segera menjadi perhatian serius pihak PT PLN (Persero) pusat, agar pelayanan listrik di daerah tidak terus merugikan masyarakat.
Sorotan dari aktivis muda ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan listrik di Muara Beliti bukan lagi keluhan biasa, melainkan masalah pelayanan publik yang harus segera dituntaskan.(red/tim)

