Gaungdemokrasi, Kota Bekasi – Kabar angin segar berembus bagi mahasiswa asal Kota Bekasi yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikan namun terkendala biaya. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong, membuka pintu lebar-lebar bagi warga yang membutuhkan advokasi untuk mengakses beasiswa dari Pemerintah Kota Bekasi.
Dalam agenda Reses I Tahun 2026 di Kecamatan Jatiasih, legislator yang membidangi kesehatan dan pendidikan ini menegaskan komitmennya. Ia tidak ingin ada anak muda di daerah pemilihannya putus kuliah hanya karena masalah finansial.
Bukti nyata kinerja Madong terlihat dari puluhan mahasiswa yang kini bisa bernapas lega. Tanpa banyak seremoni, ia telah berhasil mengawal pengajuan bantuan biaya pendidikan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Saya sudah lakukan pendampingan kepada hampir 30 mahasiswa yang tidak mampu bayar kuliah. Alhamdulillah, mereka kini telah mendapatkan beasiswa dari Pemkot Bekasi,” ungkap Ahmadi Madong di hadapan konstituen.
Politisi yang akrab disapa Madong ini menjelaskan, mahasiswa yang ia bantu mayoritas berasal dari wilayah Jatiasih, Jatisampurna, dan Pondok Melati.
Mereka tersebar di berbagai universitas swasta, mulai dari wilayah Bekasi, Tangerang hingga Jawa Tengah. Namun Madong memberikan catatan penting terkait syarat penerima bantuan tersebut.
Bantuan ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang sudah menempuh minimal semester dua dan tidak terdaftar sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat agar bantuan tidak tumpang tindih.
“Rata-rata mereka mahasiswa orang tidak mampu dan juga tidak dapat bantuan PIP. Mudah-mudahan ini bisa meringankan perjalanan mereka, apalagi kalau orang tuanya tidak pernah merasakan kuliah, ini pasti suatu kebanggaan,” tuturnya.
Menutup keterangannya, Madong meminta warga yang memiliki KTP Kota Bekasi tidak ragu menghubunginya atau tim aspirasinya apabila mengalami kesulitan biaya pendidikan. Bantuan tersebut ditujukan khusus bagi mahasiswa tidak mampu yang tidak menerima bantuan PIP. (ADV)
