gaungdemokrasi.com Musi Rawas – Kelangkaan gas LPG Bersubsidi disertai harga yang melambung tinggi kembali terjadi di kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas,Kamis (12/3/2026)
Situasi ini sangat meresahkan warga karena gas melon sulit didapat dan harga yang seharusnya sesuai HET namun di tingkat pengecer atau pangkalan malah melampaui Harga Eceran Tertinggi dan bahkan naik hampir mencapai 100%.
Masyarakat keluhkan kepada tim kami Perihal langkanya gas melon ini disertai dengan harga yang melambung tinggi mencapai diangkat 35.000 rupiah per tabungannya.
Seperti yang disampaikan warga yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan “harga gas dipangkalan sekarang macam-macam,ada 25 000 ribu,ada 26.000 dan ada yang 35 000 ribu itupun harus keliling cari pangkalan yang turun gas dan terkadang ngak dapat karena banyaknya orang yang antri”ucapnya.
“Kalau tidak dapat mau tak mau harus cari di warung-warung itupun harganya sudah sampai 40 ribu ada juga 50 ribu rupiah”katanya.
Hari rabu kemarin di Kantor Camat Megang Sakti ada pasar murah pas kita datang ngak dapat lagi karena antriannya sudah lebih 500 orang padahal harga per tabung katanya 18.500 rupiah”tutupnya.
Ibu dengan inisial “R” menyampaikan hal yang sama dengan beberapa warga,dimana harus keliling cari pangkalan gas yang bongkar “kita harus keliling sekitar pasar megang sakti,kadang dapat kadang sudah habis dan harganya juga sampai 26 000 ribu rupiah,katanya.
Saat awak media menanyakan pangkalan pangkalan gas tersebut menyampaikan “bapak cari tau sendirilah,banyak pangkalan gas dimegang sakti pasti bapak dapat informasinya.
Kami hanya berharap kepada pemerintah Kabupaten Musi Rawas agar peka dan buka mata atas keluhan kami ini, agar mengambil langkah tegas mengingat Gas Melon adalah Gas LPG yang disubsidi negara untuk masyarakat miskin”pintanya.
Jangan sampai negara rugi dan masyarakat kecil dibuat sengsara akibat ulah oknum Pangkalan gas, mereka berani terang terangan menjual Gas 3 kg jauh diatas harga untuk kepentingan pribadi mereka.(Virgo S)
