Proyek Jembatan Sungai Megang Senilai Rp15 Miliar Diduga Asal Jadi, PUBM Musi Rawas Dinilai Lemah Dalam Pengawasan

News

gaungdemokrasi.com Musi Rawas – Pembangunan jembatan penghubung antara Kelurahan Megang Sakti 1 dengan Desa Trisakti tepatnya jembatan sungai Megang yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp15 miliar kini menjadi sorotan tajam masyarakat dan pemerhati kebijakan publik,Minggu (15/3/26)

 

 

Pasalnya,dari pantauan dilapangan hasil akhir pengerjaan fisik di lapangan diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan desain awal (gambar) yang telah direncanakan.

 

 

Kondisi dilapangan sangat memprihatinkan berdasarkan pantauan kita di lokasi, terdapat beberapa kejanggalan signifikan pada struktur jembatan dan menjadi pertanyaan besar atas hasil akhir pengerjaan proyek tersebut.

 

Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain:

 

Ketidaksesuaian Dimensi: Tiang abudment jembatan yang menjadi struktur utama diduga tidak sesuai gambar sehingga pada saat erection perakitan rangka pilar penyangga jembatan menjadi tidak sesuai.

 

Kualitas Material: Ditemukan kwalitas cor beton yang tidak sesuai spesifikasi pada permukaan beton yang baru saja selesai dikerjakan yang dapat memicu kekhawatiran akan daya tahan jangka panjang.

 

 

Finishing Buruk: Pengerjaan detail seperti pembesian dan cor beton ditiang abudment jembatan terkesan terburu-buru dan tidak rapi.

 

 

Lemahnya Pengawasan Dinas PUBM

ini menimbulkan pertanyaan besar terkait peran Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PUBM) selaku instansi penanggung jawab. Pihak PUBM diduga lalai dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap kontraktor pelaksana.

 

“Anggaran 15 miliar itu bukan angka yang kecil. Sangat disayangkan jika pengawasan dari PUBM longgar, sehingga kontraktor bisa bekerja tidak sesuai gambar tanpa ada teguran keras,”

 

 

Potensi Kerugian Negara

Jika dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini terbukti benar, maka terdapat potensi kerugian negara yang cukup besar. Selain itu, aspek keselamatan pengguna jalan menjadi pertaruhan utama.

 

 

Jembatan yang dibangun tidak sesuai standar teknis sangat berisiko dan dapat mengalami penurunan fungsi lebih cepat atau bahkan kegagalan struktur di masa depan.

 

 

Dinas PUBM Musi Rawas diharapkan agar dapat memberikan klarifikasi resmi terkait temuan di lapangan dan mendesak agar pihak terkait yang berwenang, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, segera melakukan audit investigatif terhadap proyek tersebut.(Virgo S)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *