Gaungdemokrasi.dom – Langkat
Hari Selasa (14/7/2026) menjadi momen bersejarah bagi Kota Padangsidimpuan setelah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard T.H Tampubolon, SH, MH, datang langsung ke lokasi pembangunan hunian tetap bagi korban bencana alam beberapa waktu lalu.
Kasum TNI disambut secara langsung Ketua DPRD Sri Fitrah Munawaroh dan Wakil Ketua DPRD Rusydi bersama jajaran Pemerintah Kota dan Ketua Parsadaan Toga Siregar (Patogar) Indonesia, Kombes Pol (Purn) Parluatan Siregar dan warga sekitar.
Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H Tampubolon, resmi memimpin upacara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan kawasan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana banjir, yang berlangsung di Markas Komando Batalyon Infanteri 123/Rajawali.
Kunjungan dan peresmian ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Marsda TNI M. Nurdin, Deputi IV Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rony Ariuly Hutahayan, Direktur Bina Teknik Perumahan dan Kawasan Permukiman Kemen PKP Syamsiar Nurhayadi, ST, MM, serta Direktur Pembangunan Jembatan Kemen PU Gatot Sukmara, ST, MT.
Harapan Baru 1.133 Unit Rumah Siap Dihadirkan Hingga 2027
Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah pusat merencanakan pembangunan sebanyak 1.133 unit rumah, yang disiapkan khusus untuk 1.133 kepala keluarga yang rumahnya rusak atau hilang akibat banjir besar yang melanda wilayah ini. Seluruh proses pembangunan ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2027.
Acara peletakan batu pertama ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan simbol nyata kepedulian negara dan harapan baru bagi ribuan warga yang selama ini menanti tempat tinggal yang aman, layak, dan jauh dari ancaman bencana serupa.
Kawasan Terencana di Atas Lahan 27 Hektar Milik PTPN IV
Seluruh pembangunan berdiri di atas lahan seluas 27 hektar yang disediakan oleh PTPN IV, dengan tata ruang yang matang dan seimbang antaranya :
15 hektar khusus untuk kawasan hunian rumah tinggal. 7,5 hektar untuk jalan utama dan berbagai fasilitas umum dan 4,5 hektar dijadikan ruang terbuka hijau demi kenyamanan dan kelestarian lingkungan
Saat ini, Pemerintah Kota Padangsidimpuan telah menyelesaikan pembersihan lahan (land clearing) seluas 5 hektar, sedangkan sisa 22 hektar akan segera diproses secara bertahap.
Lengkap dengan Fasilitas Penunjang Kehidupan Mandiri
Kawasan ini nantinya bukan sekadar kumpulan rumah, melainkan kawasan pemukiman mandiri yang lengkap fasilitasnya. Warga akan mendapatkan akses mudah ke ruang terbuka hijau, rumah ibadah, Koperasi desa, Puskesmas pembantu, Kantor balai desa serbaguna, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Tahun Pertama Fokus Bangun 200 Unit
Untuk tahap awal tahun ini, pemerintah dan mitra pembangunan menargetkan selesainya 200 unit rumah. Pembangunannya didukung dari dua sumber pendanaan:
-100 unit dibiayai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, bersumber dari pengembalian Dana Transfer Ke Daerah (TKD) yang dialokasikan khusus untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera.
-100 unit lainnya dibangun berkat dukungan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
Dengan dimulainya pembangunan ini, perlahan namun pasti, senyum dan rasa aman akan kembali menyapa warga Padangsidimpuan yang telah lama berjuang bangkit dari bencana. @ Jamal

