Lubuk Linggau gaungdemokrasi.com— Membangun kepercayaan sekaligus memperkuat jaring pengaman dan kerjasama dari akar masyarakat, Kapolres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan AKBP Catur Erwin Setiawan melaksanakan kegiatan santai namun sarat makna berupa pertemuan dan ngopi santai—sering disebut coffee‑break—bersama puluhan perwakilan pengemudi ojek daring se‑Kota Lubuk Linggau. Kegiatan berlangsung hangat dan akrab di Kedai Majo yang berada di lingkungan Mapolres Lubuk Linggau, pada hari Jumat (28/8).
Turut mendampingi Kapolres dalam kesempatan ini adalah Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri, Kabag Operasional Kompol Robi Sugara, Kasat Lalu Lintas AKP Desi Azhari, serta Kasat Binmas AKP Nyoman Sutrisno. Suasana terasa kekeluargaan dan tidak kaku, di mana pimpinan duduk berdampingan, berdialog langsung menyapa satu‑satu pengemudi, mendengarkan cerita, kendala, hingga harapan‑harapan yang selama ini mereka rasakan saat beraktivitas melayani warga setiap harinya.
Dalam sambutan dan pembuka percakapannya, Kapolres menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar duduk bersama menikmati hidangan, melainkan wujud nyata bahwa pihak kepolisian senantiasa hadir, mengenal, dan memahami siapa saja elemen yang bergerak dan menopang kehidupan kota ini setiap detiknya. “Pengemudi ojek daring adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi Kota Lubuk Linggau. Anda adalah mata dan telinga kita yang paling luas, bergerak ke setiap jalan, gang dan pelosok wilayah ini dari pagi hingga larut malam,” ujar Kapolres. “Kehadiran saya beserta seluruh jajaran hari ini ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas kerja keras, ketekunan dan jasa‑jasa kalian melayani masyarakat sekaligus menjaga konektivitas kota kita.”
Melalui pertemuan tatap‑muka ini, banyak hal saling dibagikan: mulai dari kendala kelancaran arus lalu lintas, kebutuhan keamanan saat menjemput maupun mengantar penumpang, hingga hal‑hal kecil namun penting yang sering luput dari perhatian umum. Sebaliknya, Kapolres pun menyampaikan pesan‑pesan penting serta mengajak rekan‑rekan pengemudi untuk turut menjaga ketertiban, keselamatan berlalu‑lintas, sekaligus menjadi mitra kepolisian—turut peduli, saling mengingatkan, dan tak segan menyampaikan informasi jika melihat hal‑hal yang mencurigakan, ketidakberesan maupun potensi gangguan di sepanjang jalan yang mereka lalui. Ditekankan pula pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri, menaati peraturan, serta senantiasa bersikap ramah dan menjadi pelayan yang berintegritas tinggi.
Para pengemudi tampak sangat antusias dan menyambut baik kedatangan serta perhatian pimpinan tertinggi kepolisian di daerahnya. Banyak yang menyampaikan rasa senang dan bangga bisa berbincang secara langsung tanpa sekat, merasa dihargai, diperhatikan, dan dipandang sebagai warga yang berperan penting, bukan sekadar pengguna jalan semata. Pertemuan ini pun menghasilkan kesepahaman bersama: akan terus saling berkomunikasi, saling memberi tahu, dan berjalan beriringan—sebab tujuan kepolisian dan para pengemudi sebenarnya satu: menjaga kota tetap aman, nyaman, tertib dan lancar bagi siapa pun yang melintas maupun beraktivitas di dalamnya.
Kapolres menutup pertemuan dengan berharap tali silaturahmi yang telah terjalin ini kian erat dan hidup terus‑menerus. “Mari kita jadikan ini awal dari kemitraan yang kokoh. Kita satu tim, kita satu keluarga besar yang sama‑sama ingin Lubuk Linggau menjadi tempat tinggal yang aman, tertib, sejahtera dan membanggakan. Terima kasih sudah menjadi sahabat, mitra sekaligus pelindung warga di jalanan,” tutup beliau. Kegiatan berakhir penuh semangat, senyum dan janji untuk saling mendukung dan bekerja sama demi kebaikan bersama.(*Virgo S)

